Rabu, 10 Juni 2009

Halooo Semuaaa

Hallo semuanya ..... Apa kabar hari ini ???
hari ini aku membaca beberapa artikel mengenai pentingnya kita memanage diri kita, cuplikan di bawah ini aku ambil dari artikel di bayi-kita

"Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?".Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey. "

Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.
Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat." "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

"Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi...... HIDUP INI SINGKAT,DAN BANYAK HAL YANG HARUS KITA HADAPI DAN SELESAIKAN.
Jadi cobalah menikmati dan memanfaatkannya dgn bijak. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Sempat tersentuh juga setelah membaca artikel ini, thx untuk yg membuat artikel ini.
Sebenarnya saat ini saya ditunjuk menjadi Ass SM di kantor yang tugasnya adlh menjembatani masalah antara SM dan SMM, dan dapat diperkirakan spt yang sudah-sudah dan dari pengalaman saya, dengan menjadi Ass SM, saya harus tiap hari meeting dengan Bos selaku SM saya dan Big bos.

Terbayang gak sih, setiap hari, harus ketemu menghadap big bos ??? Dulu pertama bekerja disini, kerjaan saya meeting tiap hari smp pernah pulang jam 8 malam, wach .. wach .. wach ... cape banget dan rasanya ingin menangis, tetapi untungnya semua rekan kerja selalu menasehati saya sampai pada akhirnya bos saya (anaknya big bos) menginginkan saya untuk mengurus perusahaan pribadi dia, itu berarti beban saya terlepas sudah, saya tidak perlu ketakutan bila meeting tiba. Dan hdup dengan penuh kegembiraan saya alami sampai dengan minggu kemarin 5/6/2009.

Sekarang .... perusahaan big bos dan bos mau dilebur ( merger) jd satu, tinggalah saya diminta oleh big bos menjadi Ass bos saya, dengan alasan bahwa diantara 2 rekan kerja saya, hanya saya yg bisa !!!! huh... benak saya berpikir, kenapa harus saya lagi ??? saya sudah cukup trauma untuk menerima pekerjaan ini, karena sudah terbayang dengan jelas, apa yang harus saya lakukan dan apa yang harus saya kerjakan tiap hari dikantor hanyalah MEETING.
Dan ternyata semua dugaan saya benar adanya .... Kemarin aja saya dipanggil ketemu big bos + diskusi dari jam 2 siang sampai hampir jam 6 malam......... Bisa kebayang kan ???

Cuma ada 2 opsi dalam pikiran saya :
  1. Saya harus menerima semua ini dlm pekerjaan saya dengan iklas dan tidak ada beban (pdhl wkt diserahkan tugas ini, saya sudah bicara dgn bos saya, ttg rasa trauma yg masih ada dan kyknya saya keberatan, tetapi bos saya bilang ya dilihat dulu aja).
  2. Apakah dengan peralihan pekerjaan ini lebih baik saya berhenti ??? kalau saja suami saya bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga kami, saya pasti milih untuk berhenti, tapi saya harus membantu suami saya meringankan bebannya.

Setiap hari saya bergumul dengan perasaan dan pikiran saya, kenapa saya yang diserahkan pekerjaan ini ??? apakah saya mempunyai talenta untuk membantu bos saya ??? Sampai pernah saya bilang sm suami saya, kyknya doa saya untuk tidak menjadi ass bos saya tidak dikabulkan, tetapi suami saya agak marah, dan dia blg kalau berbicara jangan sembarangan.

Akhirnya saya sadar dan saya hanya bisa bergumul dalam doa setiap hari, jikalau semua ini terjadi atas kehendakNya, terjadilah menurut perkataanNya. Saya tidak mau salah dalam mengambil jalan, setiap hari doa yang saya panjatkan hanyalah meminta Dia yang berkarya disetiap pekerjaan saya, meminta Dia yang membantu saya dan menguatkan saya jika saya harus bertemu dengan big bos secara intens... sesungguhnya hati saya amat rapuh .... saya sendiri berada disisi yg bimbang .... bahkan sampai saat ini ketika menulis di blog ini perasaan saya berontak dan kdg2x tidak bisa menerima kenyataan, kenapa saya yg ditunjuk ?? kenapa harus saya ??? tetapi suami saya mengingatkan, sabar lah dan mungkin ada kehendak Tuhan yang tidak kita tau dibalik semua ini.

Ya memang benar, saya tidak tau rencana apa yang Tuhan buat dibalik semua ini ??? Apa yang ingin Tuhan berikan untuk saya dibalik semua ini, kenapa harus saya yang ditunjuk ??? secara logika, saya tidak tau apa yang harus saya lakukan, tetapi dengan semua ini berbalik lagi, saya hanya bisa pasrah dan meminta belas kasihNya untuk selalu menyertai jalan hidup saya terutama dalam pekerjaan saya, sehingga saya tdk melakukan kesalahan dalam pekerjaan saya.

Dan setelah tadi saya membaca artikel diatas, hati saya tergerak ..... dan saya kembali berpikir, apa yang terjadi dalam hidup saya tidak boleh dijadikan "BEBAN". dan sekalipun beban itu ada, saya tidak boleh terus untuk memikirkannya, saya harus bisa melepaskan beban tersebut walau sejenak.... Saya harus bisa memanfaatkan hidup ini dengan sebaik mungkin dan sebisa mungkin saya harus menikmati hidup saya sendiri bersama dengan keluarga saya dengan anak - anak saya yang saya sayangin ..... Biarlah dikantor, beban itu ada dipundak saya, tetapi setelah dirumah hanya ada kenikmatan hidup saya bersama keluarga tercinta saya.

Thanks for Jesus, You're my everything .....

Hidup dengan Yesus membuat saya bahagia. Tetaplah tinggal didalam hati saya Tuhan. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar